HOME  |   PUBLIKASI  |   PHOTO GALLERY  |   CONTACT US     

Home

BPIK Jambi

Dishut Provinsi

Kabupaten

Peraturan Bidang Kehutanan

Flora dan Fauna

UPT Kehutanan

Kehutanan Jambi

Aplikasi dan Informasi Database Industri Kehutanan

HTR (Hutan Tanaman Rakyat)

HD (Hutan Desa)

HR (Hutan Rakyat)

HKm (Hutan Kemasyarakatan)

HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu)

KPHL dan KPHP

Taman Hutan

HOSTPOT

LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

H A (HUTAN ADAT)

PERWITA WANAKENCANA JAMBI

DHARMAWANITA KEHUTANAN JAMBI

PUSTANLING / REDD+

HUTAN HARAPAN JAMBI

PETA PROVINSI JAMBI

Sekretariat Dishut Prov. Jambi

PENYELENGGARAAN KEBUN BIBIT RAKYAT

Draf Perubahan UU No 5 Tahun 1990

Katalog Buku

  Cari Data :

SMS CENTRE TIPIHUT 081213199199

Undang-Undang Kebebasan Informasi Publik

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Formulir Pengaduan Masyarakat pada KPK

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Apakah Menurut Anda Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) bermanfaat?

 Tidak Bermanfaat
             18%
 Bermanfaat
             51%
 Sangat Bermanfaat
             31%

 
User ID :
Password :
 

Harimau Sumatera

HARIMAU SUMATERA

[j]Harimau Sumatera (Panthera tigris Linnaeus, 1785) merupakan jenis kucing terbesar baik yang masih eksis atau maupun dilihat dari penemuan fosilnya. Harimau umumnya dibagi menjadi beberapa sub species yaitu Harimau Bengal, Harimau Caspian, Harimau Amur, Harimau Jawa, Harimau China Selatan dan Harimau Bali, Harimau Sumatera dan Harimau Indo China. Ada tiga sub species harimau yaitu Kaspian, Bali dan Jawa yang diduga telah punah sejak tahun 1950 an
Awalnya harimau berasal dari Asia Timur, kemudian melalui dua penyebaran utama menyebar ke berbagai daerah kira-kira dua juta tahun lampau. Dari Barat Laut harimau bermigrasi kedaerah berpohon dan sepanjang sistem sungai di Asia Barat Daya. Dari selatan dan Barat Daya Harimau bergerak kedaratan Asia Tenggara, beberapa diantaranya menyeberang kekepulauan Indonesia dan lainnya berakhir di India.
Diyakini bahwa harimau China merupakan cikal bakal harimau. Harimau China memiliki morfologi tengkorak yang primitif, pendeknya bagian cranial dan penampakan lekukan mata lebih jelas.

Morfologi
Kuning kemerahan sampai kuning pucat dengan loreng hitam dan putih merupakan ciri utama. Loreng setiap harimau berbeda-beda demikian juga dari bagian kedua sisi harimau juga berbeda. Loreng bervariasi dalam jumlah, juga ketebalannya serta kecenderungan untuk terpecah atau menjadi totol-totol. Garis hitam di atas mata biasanya simetris, tetapi penampakan wajah kedua sisinya bisa saja berbeda. Tidak ada dua harimau yang mempunyai penampakan yang sama. Jantan biasanya mempunyai kerut lebih mencolok, khususnya yang ditampakkan oleh harimau sumatera.

Perilaku
Biasanya harimau hidup soliter, kecuali pada betina dan anak, mereka tidak anti sosial. Jantan bergabung dengan betina untuk kawin dan pernah teramati jantan dan anak saat makan atau istirahat. Tidak seperti kebanyakan jenis kucing lain, harimau dengan mudah memasuki air. Selama musim panas mereka akan berendam di danau atau kolam sepanjang hari yang panas. Harimau dapat berenang sejauh 8 km seperti yang terjadi antara daratan Malaysia ke pulau Penang. Umumnya harimau berburu antara sore dan pagi hari (fajar), tetapi dalam beberapa kondisi harimau berburu siang hari. Hewan mangsa harimau adalah seluruh satwa yang ada dihabitat mereka, yang terdiri dari berbagai jenis rusa, babi, kerbau dan banteng. Harimau juga memangsa anak gajah dan badak, serta jenis lainnya yang lebih kecil, termasuk monyet, burung, reptil dan ikan. Harimau sewaktu-waktu membunuh dan memakan leopard dan jenis mereka sendiri, serta karnivora lainnya, termasuk beruang yang beratnya mencapai 170 Kg.
Harimau biasanya menerkam mangsa yang besar diawali dengan mengintai dari belakang, dan berakhir memburu mangsanya, terkadang melompat/menerkam mangsanya. Ketika menangkap dan memburu mangsa, harimau mempunyai target utama yaitu leher, juga tengkuk atau tenggorokan. Bagian yang ditangkap tergantung beberapa faktor seperti ukuran tubuh mangsa, ukuran tubuh harimau, apakah penerkaman dari depan, belakang atau samping, dan gerakan perlawanan hewan mangsa.
Sifat khas harimau adalah mencengkeram leher mangsanya setelah merubuhkannya, hingga mangsanya mati. Harimau mencengkeram leher mangsanya ini untuk melindungi harimau dari tanduk, dan kaki serta mencegah hewan mangsa dapat tegak kembali. Harimau lebih suka menggigit bagian belakang leher, sedekat mungkin dengan tengkorak, serta membunuh korban dengan cara mematahkan tulang belakang. Hewan mangsa biasanya diseret kedaerah yang bernaung, harimau mempertunjukkan kekuatan mereka saat menyeret mangsanya yang berat.
Harimau dapat makan 18-40 kg daging mangsanya dalam sekali makan. Jika tidak hancur, ia kembali ketempat tersebut untuk makan sisa-sisa kecil. Mangsa yang besar ditangkap satu kali seminggu. Walaupun mempunyai keahlian berburu yang tinggi, harimau sering tidak berhasil. Berburu mangsa biasanya dilakukan secara individu tapi pernah juga kelihatan harimau berburu secara berkelompok.
Harimau pada dasarnya tidak memangsa manusia kecuali habitatnya terganggu, sudah tua, sakit-sakitan atau terluka. Beberapa korban timbul karena konfrontasi eksidental atau sebagai reaksi mempertahankan diri dan melihat tubuh manusia sebagai makanan sehingga manusia menjadi target karena dianggap hewan mangsa yang mudah ditangkap. Harimau yang memangsa manusia mungkin mengajarkan kepada anaknya bahwa manusia adalah mangsa. Tetapi kematian atau luka yang disebabkan oleh harimau atau harimau yang melindungi anaknya tidak selamanya menjadi petunjuk bahwa harimau pemakan manusia.
Harimau sumatera jantan beratnya berkisar 100-140 kg, panjang diukur dari kaki belakang dan depan 2,20 2,55 m, panjang tengkorak 295 335 mm. Sedangkan betina beratnya 75-100 kg, panjangnya 2,15-2,30 m, dan panjang tengkorak 265 294 mm.

Biologi
Musim kawin harimau sepanjang tahun, tetapi sebagian besar terjadi di akhir bulan november sampai awal april. Harimau mengalami estrus selama rata-rata tujuh hari, dengan siklus 15-20 hari. Satu kelompok harimau rata-rata berjumlah 2,98 ekor. Satu ekor betina biasanya diikuti oleh 2-3 ekor anaknya, sampai anak tersebut berumur 18-24 bulan, baik jantan maupun betina. Kematian anak harimau dapat disebabkan oleh kehilangan kelompok, kebakaran, banjir, atau pembunuh anak.
Harimau betina memasuki masa reproduksi pertama pada umur 3,4 tahun, sedangkan harimau jantan pada umur 4,8 tahun. Interval antar kelahiran 20-24 bulan tetapi dalam kasus dimana anak hilang pada dua minggu pertama, interval antar kelahiran adalah hanya 8 bulan. Sedangkan terakhir ber reproduksi pada umur 14 tahun. Harimau dapat hidup sampai berumur 26 tahun.

Penyebaran
Harimau dapat hidup di berbagai tipe habitat mulai dari hutan tropis yang selalu hijau dan yang menggugurkan daun di bagian selatan asia, sampai ke daerah konifer, semak oak, dan daerah berkayu di Siberia. Harimau juga dapat hidup dengan baik di hutan mangrove sundarbans, hutan berduri yang kering di bagian barat laut India, dan hutan rumput yang tinggi di kaki pegunungan Himalaya. Harimau juga ditemukan di lembah Himalaya, dan jejaknya pernah ditemukan pada musim dingin di atas salju pada ketinggian 3000m.
Distribusi geografik harimau di Asia mulai dari Timur Turki, ke laut Okhotsk. Tetapi daerah penyebaran ini semakin berkurang seiring dengan waktu. Saat ini harimau hanya hidup dalam populasi yang terpencar-pencar mulai dari India sampai Vietnam, dan di Sumatera China, dan Rusia sepanjang Timur.

Status populasi
Harimau Sumatera yang saat ini oleh IUCN dikategorikan sebagai satwa langka, pada abad ke 19 diperkirakan masih berjumlah 100.000 ekor. Berdasarkan Analisa Viabilitas Populasi dan Habitat jumlah harimau Sumatera diperkirakan 400 ekor yang terdapat pada 5 kawasan yang relatif mempunyai prospek bagus, dan kurang lebih 200 ekor lainnya berada dilokasi lain di Sumatera. Kini populasi Harimau Sumatera terus mengalami penurunan karena perburuan dan kehilangan habitat untuk perkampungan manusia.

Daerah jelajah
Harimau membutuhkan cukup hewan mangsa, habitat dan air. Jumlah mereka selalu berubah sesuai dengan kepadatan hewan mangsa. Betina memerlukan daerah untuk tempat membesarkan anaknya, jantan mencari cara untuk mendekati betina dan mempunyai daerah jelajah yang lebih luas. Di daerah yang kaya akan hewan mangsa sepanjang tahun luas daerah betina antara 10-39 Km2 dan jantan antara 30-105 km2. Pada daerah hewan mangsa kurang terdistribusi dan melakukan perpindahan musiman, luas daerah harimau betina 100-400 km2 dan 800-1000 km2 untuk jantan.

Ancaman utama
Perburuan untuk tujuan komersial, habisnya hewan mangsa utama karena perburuan berlebihan, dan kehilangan habitat adalah ancaman utama terhadap kehidupan harimau. Punahnya harimau di Jawa dan Bali karena pembukaan habitat yang menimbulkan fragmentasi dan menyebabkan habitat terpecah-pecah menjadi blok-blok dan kawasan kecil (<500 km2), juga karena berkurangnya ungulata sebagai mangsa penting karena penyakit dan perburuan yang berlebihan oleh manusia.
Harimau ditembak atau diracun karena dianggap hama ternak serta untuk memperoleh penghasilan (uang). Naiknya harga kulit harimau merupakan faktor penting dari penurunan jumlah harimau. Selain itu, tulang dan bagian tubuh lainnya digunakan dalam obat-obatan tradisional China dan Korea. Kehilangan habitat secara cepat telah terjadi di abad ini karena pertumbuhan dan penyebaran populasi manusia, perkampungan dan kegiatan.
Tidak hanya habitat harimau yang secara luas telah dibuka untuk kebutuhan manusia, tetapi kehidupan liar lainnya juga telah terfragmentasi. Populasi harimau semakin terisolasi pada beberapa kawasan kecil sehingga terjadi penurunan genetik.

Halaman Sebelumnya

INFORMASI PENGUNJUNG :

IP Address : 54.224.25.136
Browser : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 154619

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

11519
11923
7956
16721
14863
6440

02-2014

03-2014

04-2014

05-2014

06-2014

07-2014